Krakatau IT News

Home arrow Article arrow Sempil arrow Sempil Menggugat!
Sempil Menggugat! PDF Print E-mail


ImageApa yang terbayang dibenak Anda bila kata “Sempil” Anda baca? Nggak tahu arti kata itu? Sangat bisa jadi! Bahkan saat inipun Penulis juga tidak tahu arti sesungguhnya kata ini! Tetapi sepengetahuan Penulis, Sempil adalah salah satu kata dalam bahasa Jawa, dialek Jawa Timuran. Sempil memiliki makna, bagian kecil atau potongan kecil dari suatu “domain” komunitas besar. Saking kecilnya Sempil, makhluk ini tidak terlalu berarti bagi komunitas di lingkungannya, oleh karena itu pantas untuk dilupakan.

Tidak jauh dari Sempil, orang Jawa juga mengenal kata “Slilit”dan “Sisip”. Slilit adalah sosok bagian yang sangat kecil dari makanan yang kita kunyah-kunyah. Tetapi belum dikatakan Slilit, bila potongan ini tidak mampir dan mengganjal di antara gigi-gigi kita. Meskipun sosoknya kecil, dapat dipastikan kita perlu mengalokasikan cukup waktu untuk meladeni makhluk ini. Ketika perut kita sudah penuh di-entertain, angin semilir menghembus seluruh permukaan kulit, kantukpun mulai bercengkerama di mata kita, sayang, Si Slilit masih tak mau dilupakan, Slilitpun minta perhatian. Ah dasar Slilit!

“Sisip” adalah bagian kecil makhluk asing yang ditaruh diantara susunan komunitas lingkungan yang utuh. Nampaknya Sisip dapat dikatakan akronim dari Sisip. Bila Sempil adalah bagian integral dari suatu “bangunan” yang besar dan kokoh, Sisip berasal dari “dunia lain”. Perbedaan selanjutnya, Sempil bersifat terpisah bahkan seringkali dipisah dan dibuang. Dilain pihak, Sisip bersifat memaksa masuk. Entah dari diri sendiri atau dilakukan oleh makhluk lain. Biasanya sih makhluk lain ini “bargaining positionnya” lebih bagus. Dan jelas, ada maksud kepentingan tertentu, entah atas dasar apa.

Sempil memiliki sahabat karib, yang bernama “Sempal”. Tetapi jelas keduanya memiliki karakter yang berbeda. Sempal cenderung lebih besar, lebih kokoh, sehingga memiliki “bargaining position” dan kepentingan yang lebih solid. Oleh karena itu Sempal tidak sudi untuk dimadu, Sempal tidak sudi “dikacangin”, dia lebih “high profile”. Oleh karena itu dia akan berani melakukan “pemisahan diri”, mbalelo, berani berbeda pendapat secara terbuka, dan melepaskan diri dari komunitas tradisionalnya.

Ada lagi, “Semprul”. Makluk ini kehadirannya tidak dikehendaki oleh komunitas bangsanya. Tetapi sebenarnya sahabat-sahabatnya sangat sayang sama dia. Jadi dia adalah anak kandung, tetapi nakal.

Diatas segalanya, yang pasti, Anda harus bersikap Simpel, agar ke-Simpul-an Anda dapat menjadi Simpul tali silaturami, saling ingat mengingatkan pada kebiakan, dan menghindarkan diri dari keburukan.

Selamat Membaca, Semoga Bermanfaat Wassalamu’alaykum Wr. Wb.



 
< Prev
PT Krakatau Infomation Technology
Krakatau Steel Group
Wisma Baja 7th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 54 Jakarta telp +62215200732 fax: +62215200690
Gedung Krakatau IT Jl. raya Anyer Km. 3 Cilegon telp +622548317021 fax: +622548317022

Copyright © 1993 - 2010 PT. Krakatau Information Technology
Maintained on backstage by IT DIVISION
Framework By Joomla