Krakatau IT News

Naif PDF Print E-mail


Image “Kenikmatan puncak politisi sudah pernah aku rasakan. Bagaimana nikmatnya memainkan bidak catur pejabat negara telah aku lalui. Harta? Asal mulutku “njeplak” (B. Jawa kasar: asal ngomong tanpa pikir panjang), apa yang aku minta pasti dikasih. Tetapi kenikmatan itu belum apa-apanya dibandingkan kalau aku munajat dan menangis pada Allah sewaktu tahajjud. Ah dunia hanya seperti itu, kurang menarik, tidak ada apa-apanya”

Ruang batinku mendadak sunyi senyap. Kali ini yang kuhadapi adalah manusia langka yang hanya ada dalam cerita dongeng, cerita-cerita sejarah Nabi, atau setidak-tidaknya cerita para sahabat utama Nabi – yang pada titik tertentu aku merasa hal itu terlalu sulit dihadirkan pada jaman kebobrokan seperti sekarang ini. Nampaknya aku terlalu “sombong”, ketika undangan silaturrahim yang telah lama Beliau sampaikan selalu tertunda-tunda, meskipun dengan alasan yang bisa jadi sahih secara syar’i.

Siapa yang tidak tergiur oleh jabatan? Begitu nikmatnya menjadi pejabat di negeri ini. Seorang kawan di Brunei Darussalam bercerita, Putra Mahkota Raja Brunei sangat taat pada aturan waktu, taat azas, santun, tunduk pada panggilan Allah, dan hidup sangat rasional, bahkan mengendarai mobilpun dilakukan sendiri tanpa perlu sopir pribadi. Ya Allah, Brunei Darussalam! Negeri yang sejarak satu pandangan! Suku bangsa yang sama: Melayu! Negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja, dan Sang Raja selalu dinobatkan oleh media barat sebagai orang terkaya didunia! Putra Mahkota, kandidat pertama pengganti Raja yang sedang bertahta, mengendarai mobil sendiri? Mana ada di negeri kita yang super miskin ini? Jangankan Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Komandan ini, Komandan itu, Kepala ini Kepala itu, Ketua ini, Ketua itu, semua sudah harus mempekerjakan satu orang khusus untuk menjadi sopir! Yang harus menunggu dengan setia Sang Majikan dimanapun dan sampai kapanpun!

Betapa enaknya menduduki jabatan di negeri ini. Menjadi saudara penjabat, bisa membangga-banggakan jabatan saudaranya, karena memang jabatan di negeri yang masih berbau feodal ini, menjadi kebanggaan seluruh masyarakat. Menjadi kawan akrab penjabat, apalagi Tim Sukses Penjabat, dapat memperoleh aurora yang luar biasa. Aurora akses, aurora proyek, aurora titip ini titip itu. Betapa banyak anggaran yang tidak tepat sasaran -tidak selalu berkonotasi bocor sih- cuma efektifitasnya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Berapa banyak rakyat yang kekurangan gizi, tetapi pembangunan fasilitas kota tetap berjalan “sesuai anggaran”. Lampu-lampu kota dipasang tahun-tahun kemarin, tahun ini dibongkar lagi, dipasang lagi. Trotoar, terasering, patung & tugu peringatan, dan berbagai proyek remeh-temeh lainnya tetap berjalan diatas jeritan penderitaan rakyat yang kelaparan. Apa tidak boleh kalau masyarakat ber syak wasangka bila proyek-proyek tersebut terbit karena rasa terima kasih para pejabat kita pada para “investor”nya, para Tim Suksesnya? Apa kita yakin Tim Sukses Pejabat adalah orang-orang dengan kualifikasi keshalehan yang sangat tinggi, sehingga mampu menyumbangkan tenaga dan pikirannya secara tulus tanpa pamrih? Bila tidak yakin, tentu kita hanya bisa memandang Team Sukses Penjabat sebagai investor-investor, yang sangat kehausan bila pesta suksesi telah usai.

Harta? Setali tiga uang. Di negeri kita ini, kalau ingin selamat, jangan jadi orang miskin. Berbagai fasilitas bisa didapat kalau Anda kaya. Sebuah Bank pemerintah terbesar menjanjikan hadiah mobil super mewah bagi nasabah tabungan secara undian. Sayang, nomor undian baru diberikan pada Anda yang menabung dengan saldo tabungan diatas angka sepuluh juta rupiah. Jadi, bila tabungan Anda cuma 200 ribu rupiah, Anda harus berbesar hati menyumbang sebagian potensi bunga Anda pada program undian ini, tanpa Anda punya kesempatan untuk memenangkannya. Untuk dapat menabung 10 juta rupiah, memang Anda harus kaya duluan. Jadi bila Anda miskin sekali, cukuplah Anda membayangkan angka seratus ribu rupiah saja, jangan bermimpi punya mobil super mewah, itupun kalau Team BPS berbesar hati mencatat Anda sebagai sebagai Bantuan Langsung Tunai!

Dengan harta Anda bisa mengatur skor pertandingan olah raga, dengan harta Anda bisa membalik kesalahan menjadi kebenaran, dengan harta Anda bisa menutupi segala kebobrokan Anda. Dengan harta siapapun akan bisa tunduk pada skenario Anda. Kita akan segera berdecak kagum ketika ada mobil mewah melintas desamping kita,

***

Di Negeri kita ini, kebenaran menjadi barang yang asing dan aneh. Mereka yang berjalan pada jalan kebenaran harus menjadi orang-orang yang asing dan naif. Mereka yang berani – seperti kabayan – menjadi ikon-ikon orang-orang yang naif. Siapkah kita menjadi manusia yang dimata masyarakat menjadi naif? Surga telah dijanjikan akan menjadi jaminan keabadian.

(Penulis, Mantan Ketua HMI Cabang Surabaya 1986-1987, pemerhati teknologi dan budaya, alamat email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
 
< Prev   Next >
PT Krakatau Infomation Technology
Krakatau Steel Group
Wisma Baja 7th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 54 Jakarta telp +62215200732 fax: +62215200690
Gedung Krakatau IT Jl. raya Anyer Km. 3 Cilegon telp +622548317021 fax: +622548317022

Copyright © 1993 - 2012 PT. Krakatau Information Technology
Maintained on backstage by IT DIVISION
Framework By Joomla