Krakatau IT News

Home arrow Article arrow Sempil arrow Membangun Peradaban Baru Banten (6)
Membangun Peradaban Baru Banten (6) PDF Print E-mail
Oleh: Sudarmono Moedjari

Setelah muncul kesadaran bahwa salah satu keunggulan peradaban suatu bangsa ditentukan oleh tingkat produktifitas masyarakatnya, maka kita perlu mengevaluasi profesi, bidang kerja, maupun bidang usaha mana saja dari kegiatan masyarakat yang layak dijadikan unggulan. Profesi, bidang kerja, dan bidang usaha tersebut selanjutnya harus dibina dan difasilitasi, apabila diperlukan harus dilindungi agar profesi, bidang kerja, dan bidang usaha tersebut tumbuh menjadi kekuatan baru dalam struktur ekonomi dan struktur masyarakat.

Sebaliknya bidang-bidang kerja/usaha yang tidak mungkin dikembangkan harus dimasukkan dalam “negative list”. “Negative list” adalah daftar profesi, bidang kerja, dan bidang usaha yang tidak boleh dimasukki oleh investor, masyarakat, maupun angkatan kerja kita. Dalam “negative list” tersebut harus diklasifikasikan menjadi beberapa grade: putih, abu-abu, dan hitam. Putih bagi bidang usaha yang masih boleh bertahan tetapi harus dikendalikan keberadaannya, atau dibuat regulasi khusus. Abu-abu bagi bidang usaha yang masih pada batas-batas toleransi untuk tetap dipertahankan, juga cukup banyak masyarakat yang masih mengandalkan hajat hidupnya pada profesi tersebut.

Sementara bidang usaha kelompok “hitam” harus dicari pemecahan agar bidang usaha ini harus segera beralih ke bidang usaha baru yang mampu dikembangkan tingkat produktifitasnya. Kelompok ini adalah kelompok yang harus mendapat perhatian kita semua. Perlu skenario yang sangat baik bagi masyarakat yang terkena daftar ini, agar dampak sosialnya justru lebih positif. Beberapa profesi yang harus segera dicarikan alternatif profesi lainnya antara lain seperti: profesi tukang becak, tukang parkir, satpam, dan berbagai profesi lain.

***

Tukang becak adalah profesi dengan limit produktifitasnya sangat terbatas. Seberapa jauh tukang becak mampu mengayuh becak dalam satu hari? 10 kilometer? Bila perkilometernya dibayar Rp 2.000,- berarti batas maksimum pendapatnnya dalam sehari hanya Rp 20.000,-. Bila Si Abang Becak patuh pada program pemerintah, sehingga hanya memiliki 2 orang anak, maka pendapatan dua puluh ribu rupiah tersebut harus dibagi menjadi 4. Jadi masing-masing kepala hanya mendapat jatah lima ribu rupiah.

Harap diingat, angka lima ribu rupiah adalah angka maksimal yang mereka bisa dapatkan. Karena Si Abang Becak sudah pada tahap limit atas produktifitasnya. Dalam dunia industri, limit produktifitas lazimnya didapat setelah operator berpengalaman cukup (sudah melewati learning curve), mesin-mesin dalam kondisi terawat rapih, serta iklim kerja sangat baik. Dalam konteks Tukang Becak, mereka bisa mendapatkan tingkat produktifitas maksimum hanya apabila kondisi fisiknya prima, dan permintaan terus menerus, tidak ada waktu tunggu – suatu hal yang sangat kecil kemungkinannya.

Dengan lima ribu rupiah perkepala tersebut Si Abang Becak harus mendanai biaya makan, biaya kesehatan, biaya pendidikan, tabungan pensiun, dan segala persyaratan hidup layak pada Peradaban Baru Banten. Mungkinkah Si Abang Becak mampu mendanai pengeluaran itu semua? Jelas tidak!!! Jadi, tidak akan bakal ada tukang becak yang hidup layak, apalagi sejahtera. Mereka yang perduli pada Peradaban Baru Banten harus mempertimbangkan bagaimana caranya agar profesi ini hilang dari bumi pertiwi. Tentu tidak dengan “membunuh” mereka dengan cara-cara amatiran. Melarang, menggusur, menjadikan rumpon. Tidak! Harus ada upaya-upaya alih profesi yang terencana dan terstruktur. Misal, mengalihkan profesi tukang becak menjadi tukang ojek, atau sopir angkot, memasang motor pada becak, dan lain sebagainya.

***

Profesi Tukang Parkir, Satpam adalah profesi yang sangat rentan terhadap kehadiran teknologi baru. Profesi Tukang Parkir di negara-negara maju telah tergantikan dengan mesin-mesn parkir yang lebih akurat dalam perhitungan jam parkir dan lebih dapat dikendalikan.

Profesi Satpam, saat ini sudah banyak tergantikan oleh teknologi CCTV (Close Circuit Television) yang telah disambungkan dengan komputer yang selalu menrekam segala kegiatan dilingkungan yang dikendalikan. Juga telah disambungkan dengan peralatan-peralatan keamanan lainnya seperti sirine. Bahkan dengan kehadiran teknologi yang lebih baru memungkinkan untuk disambungkan dengan alat komunikasi - semacam SMS ke Polisi.

***

Setelah kita memahami bahwa Banten merupakan pesona Dunia, kedua me-revitalisai birokrasi, ketiga memberikan fokus pada pembangunan manusia dibandingkan pembangunan fisik, meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia Banten, keempat menelorkan Generasi Emas. Langkah kelima menyadari bahwa keunggulan peradaban ditentukan dari produktifitas masyaraktnya. Tidak ada bangsa yang maju yang masyaratnya “lemah-lembut”, malas, miskin motivasi, selalu saling menyalahkan, dan sikap-sikap tidak produktif lainnya. Dan Keenam, harus ada program alih profesi pada bidang usaha yang tidak produktif.

(Penulis, Mantan Ketua HMI Cabang Surabaya 1986-1987, anggota Litbang PB Al-Khairiyah, alamat email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
 
< Prev   Next >
PT Krakatau Infomation Technology
Krakatau Steel Group
Wisma Baja 7th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 54 Jakarta telp +62215200732 fax: +62215200690
Gedung Krakatau IT Jl. raya Anyer Km. 3 Cilegon telp +622548317021 fax: +622548317022

Copyright © 1993 - 2010 PT. Krakatau Information Technology
Maintained on backstage by IT DIVISION
Framework By Joomla