Krakatau IT News

Home arrow Article arrow Sempil arrow Membangun Peradaban Baru Banten (5)
Membangun Peradaban Baru Banten (5) PDF Print E-mail
Oleh: Sudarmono Moedjari

Syarat utama suatu bangsa lebih unggul dibandingkan dengan bangsa lain adalah tingkat produktifitas masyarakatnya. Pada rentang waktu yang sama, menghasilkan produk yang lebih besar. Dengan produktifitas, harga menjadi lebih murah, menjanjikan pekerja lebih sejahtera.

Masyarakat kita terperangah saat motor-motor produksi China membanjiri pasaran motor 3-4 tahun yang lalu. Motor-motor bermerek dagang Beijing, Sanex, Jialing, dan sepuluhan merek lainnya mulai berkeliaran di jalan-jalan. Model dan kompatibilitas suku cadang persis sama dengan motor Jepang, tetapi dengan harga sekitar 70 % menjadi daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat.

Pada toko-toko elektronik (televisi, video player, MP3 player, dsb) merek-merek Toshiba, Sharp, Panasonic, dan lain-lain mulai harus bersanding dengan merek-merek China yang sebelumnya belum pernah kedengaran (bahkan kadangkala tanpa merek), juga dengan tawaran harga yang berkisar 50 %.

Kita mulai merasa terancam serius ketika dominasi produk China yang membanjiri pasar mengarah pada produk-produk tekstil. Industri tektil adalah “hajat hidup” bagi ratusan ribu pekerja kita. Kehancuran industri ini akan mengakibatkan PHK dan pengangguran yang luar biasa. Dampak sosialnya akan sangat mahal.

Dalam dunia industri, industri tekstil dianggap sebagai industri yang sudah senja (sunset), sehingga sangat mudah untuk tenggelam. Bila industrialis Jepang segera membuat “perhitungan” atas serbuan motor China, dengan tetap mengutamakan jaminan kualitas, meningkatkan jaringan pemasaran, diversifikasi produk (agar harga beberapa varian motor lebih murah), meningkatkan layanan purna jual, menggencarkan promosi, serta mem-bundle dengan dukungan lembaga pembiayaan. Maka akan sangat sulit bagi industri tekstil kita untuk membuat “perhitungan” yang berarti. Sederhana saja, bila kita ingin membeli produk-produk tekstil (kain misalnya) kita tidak perlu mempertimbangkan bagaimana purna jualnya, bagaimana jaminan kualitasnya, tidak perlu secara khusus mengajukan kredit pembiayaan (kecuali kartu kredit yang tentu sudah siap di dompet). Cukup mana yang sesuai selera kita dan harganya paling murah, langsung kita berangkat ke kasir.

Mengapa bangsa China mampu “menantang” dominasi Jepang dibidang industri otomotif dan elektronik, serta Indonesia pada industri tekstil, karena bangsa China memiliki tingkat produktifitas yang jauh lebih baik dari bangsa-bangsa lainnya. Dengan rupiah yang sama mereka mampu menghasilkan jumlah yang lebih banyak.

***

Tingkat produktifitas setidaknya ditentukan oleh etos/budaya kerja, modal, teknologi, dan pilihan strategi bersaing. Etos kerja setidaknya dipengaruhi oleh motivasi, tradisi, endurance, sistem remunerasi. Kadangkala kita bisa melompati tembok setinggi 1,5 meter, bila dibelakang kita sedang menggonggong anjing herder yang akan menggigit kaki kita. Motivasi untuk tetap bertahan hidup membuat kemampuan kita meningkat tajam, melebihi apa yang kita bayangkan sebelunnya. Tetapi bila anjing tersebut telah mengejar kita selama 1 hari, tentu kitapun juga tidak akan mampu melompat setinggi 1,5 meter, karena endurance kita telah habis.

Bila kita memiliki sejumlah uang, kita bisa minta bantuan sejumlah orang untuk menjaga jangan sampai herder tersebut menyerang kita. Masing-masing bisa kita tugaskan untuk memberi makan herder, melatih agar tidak buas, memandikan, dan sebagainya. Tentu masing-masing dengan upah yang berbeda. Sistem remunerasi harus dibuat seadil-adilnya. Barangkali karena kita meng-upah pelatih herder lebih sedikit dibandingkan dengan yang lain, pelatih tersebut telah menyalah gunakan wewenangnya sehingga kita dianggap musuh, dan hampir saja kaki kita jadi korban. Tetapi diatas itu semua, kita patut bersyukur, kita tidak memiliki tradisi memelihara anjing herder. Etos kerja merupakan faktor dominan terhadap tingkat produktifitas, dan faktor ini sangat kompleks untuk dikendalikan.

***

Andaikan Tukang Becak memiliki etos kerja yang sangat tinggi, sehingga dalam satu hari mampu mengayuh becak 100 kilometer, tentu dengan etos kerja yang sama, tetapi dengan menggunakan kendaraan bermotor, kilometer yang dicapai pasti akan jauh lebih besar. Jadi perlu tambahan modal dengan membeli motor, untuk meningkatkan produktifitas.

Bila anggaran motor telah disiapkan, motor mana yang akan dipilih? Dua tak, atau empat tak? Pada medan apa motor tersebut akan dioperasikan? Medan datar, pegunungan, berbatu, becek, banjir, dan sebagainya. Pilihan-pilihan tersebut akan membawa konsekuensi teknologi yang akan diplilih, dan akibatnya pada biaya per kilometer yang harus dibayar oleh Tukang Becak (dan tentu akhirnya pada masyarakat konsumen). Inilah faktor teknologi dalam mempengaruhi tingkat produktifitas.

***

Setelah kita memahami bahwa Banten merupakan pesona Dunia, kedua me-revitalisai birokrasi, ketiga memberikan fokus pada pembangunan manusia dibandingkan pembangunan fisik, meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia Banten, keempat menelorkan Generasi Emas. Langkah kelima menyadari bahwa keunggulan peradaban ditentukan dari produktifitas masyaraktnya. Tidak ada bangsa yang maju yang masyaratnya “lemah-lembut”, malas, miskin motivasi, selalu saling menyalahkan, dan sikap-sikap tidak produktif lainnya.

(Penulis, Mantan Ketua HMI Cabang Surabaya 1986-1987, anggota Litbang PB Al-Khairiyah, alamat email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
 
< Prev   Next >
PT Krakatau Infomation Technology
Krakatau Steel Group
Wisma Baja 7th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 54 Jakarta telp +62215200732 fax: +62215200690
Gedung Krakatau IT Jl. raya Anyer Km. 3 Cilegon telp +622548317021 fax: +622548317022

Copyright © 1993 - 2012 PT. Krakatau Information Technology
Maintained on backstage by IT DIVISION
Framework By Joomla