Krakatau IT News

Home arrow Article arrow Sempil arrow Membangun Peradaban Baru Banten (4)
Membangun Peradaban Baru Banten (4) PDF Print E-mail
Oleh: Sudarmono Moedjari

Berjalanlah di sekolah-sekolah yang dihuni masyarakat miskin (tidak terkecuali di Banten tercinta), pada umumnya Anda akan mendapatkan wajah anak-anak dengan pandangan mata yang tidak menampakkan kemampuan intelektual yang tinggi. Pemandangan yang kontras dibandingkan dengan anak-anak di sekolah “unggulan” yang mayoritas dihuni oleh kaum berada. Bayangkan, 15-20 tahun yang akan datang kedua kelompok harus berhadapan pada kompetisi memperebutkan lapangan kerja yang sama. Betapa tidak adilnya perlakuan kita pada mereka! Apakah kita akan ucapkan syukur, bila sebagian dari mereka harus “gugur” tidak melanjutkan sekolah, sehingga babak kompetisi harus berakhir dengan kesadaran kaum fakir bahwa mereka bukan lawan yang sekelas?

Meskipun gagasan program pendidikan gratis patut dipuji (apabila dijalankan dengan serius, bersih, dan transparan) tetapi perlu program yang lebih dini untuk mengangkat harkat hidup rakyat miskin. Sebenarnya pada usia sekolah, proses pertumbuhan kecerdasan otak sudah melewati ambang batas “kritis”. Sehingga peningkatan “kualitas” SDM pada tahapan ini –meskipun tidak bisa dikatakan percuma-, tetapi dapat dianggap terlambat. Kita bisa melihat bagaimana susahnya meningkatkan prestasi belajar siswa-siswa sekolah “pinggiran”. Meskipun diberi berbagai insentif, tetap saja kualitasnya tidak beranjak dari titik rawan.

The Society for Neuroscience– suatu organisasi dunia yang sangat peduli pada perkembangan otak dan urat saraf mengingatkan masa 3-4 minggu setelah konsepsi (pembuahan sel telur), satu dari 2 lapis sel - seperti gelatin - pada embrio manusia sedang tumbuh. Pertumbuhan sel ini sangat menentukan bagi tumbuh kembang manusia, baik perkembangan fisik maupun intelektual. Pada masa-masa inilah seluruh jaringan tubuh manusia mulai diformat, termasuk diantaranya adalah sel-sel jaringan otak.

Mereka menggambarkan, proses ini bagaikan pesawat terbang yang akan tinggal landas. Pada masa-masa seperti inilah sukses gagalnya penerbangan ditentukan. Pada manusia, titik-titik kritis semacam inilah selayaknya mendapatkan perhatian sangat serius. Banyak pihak yang menyebut rumus “Balita” – bawah lima tahun – adalah periode kritis pertumbuhan manusia.

Sebenarnya kita bisa membagi titik kritis tersebut dalam rentang yang lebih spesifik: bawah lima tahun, bawah lima bulan, dan bawah lima pekan pasca kelahiran. Pada usia prenatal (dalam kandungan), titik kritis berada pada usia kandungan dibawah 5 bulan, dan dibawah 5 pekan. Masing-masing periode kritis memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda, sehingga perlu penanganan yang berbeda baik dari sisi gizi maupun psikologis. Saatnya sekarang, perhatian juga harus dilakukan bagi anak-anak Pra-natal dan Balita tersebut.

Pada usia pranatal, jelas peranan gizi ibu sangat dominan. Bantuan tambahan gizi bagi ibu hamil harus mendapatkan prioritas yang dominan. Melalui pintu inilah jeda kompetisi “kaya-miskin” mulai dibentuk. Bila kualitas gizi ibu hamil sangat memadai, tidak tertutup kemungkinan kita dapat melahirkan anak-anak cerdik pandai, dan dimasa mendatang lahir pula generasi emas. Unggul dalam intelektual, unggul pula dalam fisik. Generasi yang dapat berkompetisi dengan semangat juang yang tinggi, pandai, kekar. Generasi ini lebih menjanjikan kemenangan meskipun subsidi sekolah tidak ada.

Berapa banyak contoh biografi orang-orang besar, yang dapat mencapai kejayaannya tanpa “subsidi” pemerintah. Mereka dapat merebut kesempatan emas dengan tangan dan kemampuan sendiri. Kesempatan emas yang tercipta karena sistem atau karena kerja keras yang bersangkutan. Kesempatan didapat dalam bentuk beasiswa anak berprestasi, bantuan orang tua asuh atau harus berjuang keras dengan bekerja sambil belajar. Bekerja berjualan kue, makanan, berjualan koran, tukang semir sepatu, jual tiket pertunjukan, tukang becak dan ribuan “profesi” informal lainnya.

Keberhasilan karena kerja keras, jelas berdampak pada bobot psikologis dan spirit bagi manusia pelakunya. Mereka berada pada tangan yang sejajar dengan manusia lain, tidak diatas dan tidak dibawah. Generasi masa depan yang harusnya kita idolakan. Generasi yang unggul dalam kompetisi lingkungan, menyisihkan generasi manja keluarga kaya. Generasi yang dapat berkompetisi dengan kompetitor mereka di jagad raya. Berbagai ajang kompetisi seperti Olimpiade Sains, olimpiade olahraga, Sepak Bola Piala Dunia, All England, kompetisi bisnis, perang dagang, perang diplomasi memperebutkan wilayah, dan lain sebagainya menanti generasi emas ini. Diperlukan kekuatan fisik yang prima, dan kualitas intelektual yang nomor wahid.

Program peningkatan kualitas gizi bagi ibu hamil dan menyusui, peningkatan gizi bagi anak-anak balita, harus menjadi prioritas dalam membangun peradaban baru Banten. Perhatian hanya pada anak usia sekolah adalah program yang terlambat!

***

Setelah kita memahami bahwa Banten merupakan pesona Dunia, kedua me-revitalisai birokrasi, langkah ketiga memberikan fokus pada pembangunan manusia dibandingkan pembangunan fisik, meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia Banten

Langkah keempat lebih spesifik, Menelorkan Generasi Emas. Bila Hitler terobsesi membangun Bangsa Jerman menjadi ras unggul dunia, tetapi dengan premis membunuh semua orang Yahudi. Kita dapat belajar dari spirit Hitler, membangun masyarakat Banten, tetapi dengan cara yang dibenarkan syariat. Memberikan kecukupan gizi pada ibu-ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak Balita. Jangan lupa, pada pesan para Ulama, pada masa-masa pra-natal diperlukan juga kedekatan Orang Tua pada Allah. Dengan upaya tersebut Generasi Baru Banten akan unggul dalam inteletualitas, juga unggul dalam keshalehan.

(Penulis, Mantan Ketua HMI Cabang Surabaya 1986-1987, anggota Litbang PB Al-Khairiyah, alamat email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
 
< Prev   Next >
PT Krakatau Infomation Technology
Krakatau Steel Group
Wisma Baja 7th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 54 Jakarta telp +62215200732 fax: +62215200690
Gedung Krakatau IT Jl. raya Anyer Km. 3 Cilegon telp +622548317021 fax: +622548317022

Copyright © 1993 - 2010 PT. Krakatau Information Technology
Maintained on backstage by IT DIVISION
Framework By Joomla